Air Terjun Timbulun Painan

Air Terjun Timbulun merupakan salah satu air terjun yang terdekat dengan Kota Padang. Air terjun ini terletak di Kota Painan, ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Perjalanan ke arah air terjun ini hanya memakan waktu lebih kurang 2 jam saja, bisa lebih apabila kita melewati daerah mandeh, jalan baru yang dahulu hanya untuk rute off road

Namun, perjalanan melewati kawasan Mandeh ini sangat worthed, kita akan disajikan pemandangan pantai dengan gugusan pulau-pulau indah.  Beberapa bahkan ada yang mengatakan kawasan Mandeh ini mirip pemandangan di Raja Ampat, Papua Barat terutama pemandangan dari puncak Mandeh.  Kawasan Mandeh ini mempunyai area seluas 18.000 Ha dan terbagi dalam 7 desa dai 3 nagari dimana penduduknya kebanyakan bekerja sebagai nelayan, beternak dan bertani.

Rugi rasanya jika perjalanan seindah ini tidak kita sempatkan untuk berfoto, ada beberapa spot foto yang memang secara alami akan menampilkan latar belakang pemandangan alam yang sangat indah, dan ada pula beberapa spot foto yang dibuat oleh pemerintah setempat.

Perjalanan kali ini kami menggunakan 3 mobil, dengan sepuluh orang penumpang yang rata-rata belum pernah ke Air Terjun TImbulun Painan.  Hanya seorang diantara kami yang sering ke air terjun tersebut, itu pun karena yang bersangkutan pernah berdinas di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Kawasan Mandeh, merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk dan gugusan pulau kecil serta gradasi warna air laut yang menambah pesona kawasan ini.

Setelah memasuki kota Painan kami mulai melihat keramaian masyarakat dengan berbagai aktivitasnya, akhirnya sampailah kami di Air Terjun Timbulun.  Mobil kami harus diparkir dan masih menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitar 300 meter. 
Pertama kita akan menyaksikan air terjun, agak upset sih, air terjunnya gitu doang, semacam patahan dari sungai yang terdapat perbedaan tinggi sekitar 4 meter.  Ternyata mendekat, bukan itu air terjun yang dimaksud, itu hanya sungai buatan yang penuh dengan bebatuan karena pernah terjadi longsor.

Akhirnya sampai jua kita di air terjun Timbulun, dimana kesejukan dan gemericik air berkumpul dan menghadirkan pesona keindahan alam yang tidak ada duanya.  Air Terjun Timbulun ini memiliki 7 tingkatan dengan ketinggian yang berbeda-beda dan disetiap tingkatan terdapat kolam yang cukup luas.  Hulu dari air terjun tersebut berada di taman nasional Kerincil Seblat yang bermuara langsung ke Teluk Painan.  

Segar sekali rasanya bisa menikmati keindahan alam dan sejuknya air terjun bersama sahabat.  Tentunya kami juga menikmati suguhan nasi padang dan duren seger yang sudah di siapkan oleh Alan, kawan yang berdiam di Painan.

Sayang, waktu sangat tidak bersahabat karena matahari semakin menuju ke ufuk barat sambil menenggelamkan keceriaan kami hari itu.  Namun yang pasti cerita perjalanan ini tidak akan berakhir, karena masih banyak tempat yang harus dikunjungi lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *